Taklukkan Tiga Salah Persepsi Ini untuk Keahlian Membaca yang Optimal

Cukup langka rasanya mendengar ada calon murid atau siswa les Bahasa Inggris yang menyengaja belajar Bahasa Inggris khusus untuk keahlian Membaca. Tentunya ini kursus di luar ruangan kelas ya. Mayoritas orang ingin mengasah kemampuan berbahasa Inggris untuk keahlian Berbicara sebagai keahlian yang paling sering digunakan.

Padahal menguasai keahlian Membaca sangat penting bagi fokus keahlian yang ingin kalian pertajam. Faktanya, empat keahlian dalam Bahasa Inggris; Membaca, Menulis, Mendengar dan Berbicara, tidak bisa dipisahkan satu per satu.

Bagi kalian yang memang tidak suka membaca, menekuni latihan untuk keahlian Membaca dalam Bahasa Inggris memang membutuhkan perjuangan ekstra. Tapi bukan berarti melatih untuk keahlian ini sesuatu hal yang mustahil, terutama bila dibarengi dengan usaha untuk membuang jauh tiga salah persepsi di bawah ini:

  1. Membaca itu Kegiatan yang Pasif

Ya, dalam hal gerak fisik. Tak dipungkiri membaca dalam kondisi duduk memang paling ideal untuk memperoleh fokus yang lama dan tepat. Tetapi membaca di sisi lainnya merupakan jenis latihan yang sangat baik untuk otak kita. Serupa berolahraga membuat badan kita sehat, membaca memberi makan otak kita.

Apalagi yang kita baca adalah materi dalam Bahasa Inggris. Ini seperti memberi makanan bermutu dua kali lipat ke otak kita. Baik fiksi atau pun non fiksi, membaca membawa otak kita, bahkan emosi kita, bepergian dari suatu poin ke poin lainnya. Kita menyelami otak penulis A, penulis B dan penulis lainnya.

Otak kita menjadi terisi penuh. Dengan menikmati bacaan dalam Bahasa Inggris, otak kita mencerna banyak hal. Yang pasti, otak kita menyerap banyak informasi baru. Kosakata kita bertambah. Otak kita turut mempelajari struktur tulisan yang benar. Tata bahasa, hal teknis dalam Bahasa Inggris ikut masuk ke dalam otak sehingga lama kelamaan akan menempel hingga secara tidak langsung mengoreksi kesalahan teknis yang selama ini masih membuat kita bingung.

Bayangkan betapa aktif otak kita dalam membaca sekadar satu atau dua jam saja dengan fokus yang penuh. Tak heran bila setelah membaca, otak kita menjadi lelah dan membutuhkan istirahat.

  1. Materi Bacaan Harus Berat dan Panjang

Tidak harus mengasah kemampuan Membaca mesti melalui bacaan berita terhangat atau membahas isu politik dan ekonomi saja. Tak melulu mengasah keahlian ini lewat buku teks tebal atau novel klasik buatan Charles Dickens atau George Eliot.

Sesuaikan level Membaca kalian dengan bacaan yang akan kalian lahap. Tidak perlu terburu-buru dalam menaikkan level. Carilah bacaan yang pas dan beragam lalu catat kosakata baru dan buatlah kalimat sendiri dari kosakata baru tersebut.

Tips lainnya yakni buatlahh daftar bacaan yang berbeda-beda. Jika minggu ini kalian sudah membaca untuk kategori Ekonomi, minggu depan carilah materi bacaan untuk Kuliner.

Saya merekomendasikan mencari bacaan yang ringan dan menyenangkan bagi pelajar level pemula. Topik seperti makanan, musik dan film, dapat kalian pilih untuk menumbuhkan rasa suka dan penasaran yang semoga berlanjut pada level yang lebih rumit lagi.

  1. Membaca itu Monoton

Jika ada yang beranggapan keahlian Membaca itu hal yang monoton untuk dilakukan, itu kurang tepat. Sebagaimana yang saya singgung bahwa keempat keahlian dalam Bahasa Inggris saling berkaitan, kalian bisa memodifikasi keahlian Membaca dengan tiga keahlian lainnya.

Sebagai contoh, kalian bisa mencoba audiobook. Di sini, kalian bisa mengasah keahlian Mendengarkan dan Membaca sekaligus. Di YouTube, ada banyak audiobook yang membacakan novel klasik. Maksimalkan tips ini dengan membuka buku yang dibuat versi audionya. Kalian bisa mempelajari cara pengucapan yang tepat sembari meningkatkan kemampuan Membaca.

Cara lainnya adalah membaca dengan nyaring. Zaman dulu, pembacaan di depan orang banyak hal yang lumrah dilakukan. Selain membuat bacaan “hidup”, cara kuno ini dapat mengasah teknik pengucapan dan interaksi dengan yang mendengarnya. Ekspresi yang spontan tercipta saat membaca dapat membuat yang membaca dan pendengarnya semakin senang membaca.

Nah coba deh, sesekali membaca sambil mengucapkannya. Jika perlu, bacakan dengan teknik dramatisasi. Selain lebih dramatis, tips terakhir ini dapat membuat kalian menjadi lebih percaya diri dalam berbicara di depan umum, loh.

Nggak percaya? Coba saja!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s