Berbisnis Waktu Luang

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Saya paling “tersengat” oleh hadis dari Rosululloh Muhammad saw di atas. Saya sering merasa bersalah jika saya tidak melakukan hal berarti setiap kali ada waktu luang. Seperti harus ada kewajiban melakukan sesuatu yang menghasilkan. Entah sejumlah uang tertentu, tulisan di blog ini atau membaca halaman. Segalanya harus terukur, ada angka atau jumlah.

Saya tidak sadar saya telah mengikuti arus utama di masyarakat zaman sekarang yang mengaitkan prestasi dengan kuantitas. Pergi ke suatu tempat, meraih sekian jumlah followers atau meraup angka penjualan tertentu. Slogan waktu adalah uang itu sungguh seperti racun yang menggurita.

Setiap kali saya mudik, rasanya aneh melihat bapak dan ibu saya yang terkadang duduk santai di teras rumah. Mereka tidak melakukan apa pun. Memandang ke jalan sambil mengamati kendaraan yang lewat. Aneh bagi saya yang seorang makhluk serba sok sibuk. Tapi hal yang wajar bagi orang tua saya yang menghabiskan banyak waktu tanpa teknologi.

Saya pernah mendengar ada nasehat yang mewanti-wanti agar manusia jangan terbiasa melamun sebab di situlah setan bisa masuk. Mungkin karena itulah banyak yang memilih membuat otak terbanjiri oleh banyak hal. Agar nggak nganggur, singkat katanya demikian. Apalagi dengan ponsel super pintar di tangan, rasanya aneh melihat ada orang yang di kendaraan umum tidak memegang ponsel pintar atau tidur. Hampir di semua kendaraan umum, mayoritas orang melihat ponsel pintar mereka.

Sadar nggak sih kita bahwa waktu luang yang kita miliki kini menjadi bisnis yang menggiurkan saat ini? Para pengembang ponsel pintar setiap tahun senantiasa memperbaiki dan atau menambah fitur baru di seri ponsel pintar buatan mereka. Tujuannya biar kita sebagai konsumen senantiasa terhibur, tergantung hiburan yang kita suka.

Salah satu yang paling digemari adalah bermain game. Kini semakin banyak ponsel pintar yang memuat aplikasi mobile game dengan RAM semakin mumpuni dan harga kian terjangkau. Indonesia merupakan salah satu pasar empuk di Asia Pasifik. Menurut Newzoo, nilai industri game nasional mencapai US$882 juta pada 2017. Apalagi saat ini, semakin banyak kompetisi esport dengan hadiah fantastis. Mungkin tinggal menunggu waktu Olimpiade fisik yang selama ini kita kenal akan tergantikan pamornya oleh Olimpiade esport yang diselenggarakan juga empat tahun sekali.

Sementara mengikuti perkembangan zaman itu hal tak terbantahkan, ada baiknya kita mengamati dampak buruk bermain game atau media sosial terlalu lama. Sebagai informasi saja, sejak 2016, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Cisarua, Jawa Barat, telah menangani 209 pasien yang kecanduan bermain ponsel pintar, seperti bermain video game, browsing internet dan aplikasi lainnya. Mereka berusia 5 hingga 15 tahun, ada yang menjalani rawat jalan hingga rawat inap.

Memanfaatkan waktu luang memang menarik buat dikaji. Dari masa ke masa, ada jenis hiburan yang dilakukan orang zaman lampau yang buat saya sukar dinalar. Sebagai contoh, kaum Romawi kuno doyan menikmati aksi gladiator menaklukkan gladiator lainnya, binatang buas hingga kriminal, meski harus bertaruh nyawa. Aksi gladiator ini berlangsung hampir seribu tahun hingga mencapai puncaknya antara abad ke-1 dan 2 SM.

Lain halnya dengan warga Inggris zaman Victoria alias yang hidup di abad ke-18. Hingga akhir abad tersebut, undang-undang setempat mengizinkan eksekusi tahanan di depan publik. Momen eksekusi mati, seperti digantung, menjadi hiburan bagi si kaya dan si miskin. Sebagaimana diambil dari capitalpunishmentuk.org, ada yang rela membayar mahal lokasi tertentu biar bisa menyaksikan momen eksekusi mati secara paripurna.

Bagi manusia modern seperti kita, hiburan semakin terasa privat dan beraneka rupa. Menghabiskan banyak waktu di depan layar ponsel pintar memang tidak membuat kita menyaksikan banjir darah seperti tarung antar gladiator atau tidak bisa tidur gara-gara bergulat dengan sensasi eksekusi mati yang baru saja disaksikan.

Tetapi banyak yang hidup sangat bergantung dengan ponsel pintar. Sampai-sampai bisa panik luar biasa apabila daya ponsel pintar habis lalu tidak membawa bank daya atau menemukan colokan.

Bagi yang belum terbiasa, akan terasa membingungkan, misalnya, berada di kendaraan umum selama satu jam, tanpa membuka ponsel pintar atau berbincang dengan sesama penumpang. Pikiran bisa tak menentu arah, membawa ke masa lalu yang menyedihkan atau mencemaskan masa depan.

Dalam situasi ini, biasanya saya memanfaatkan momen semacam itu untuk berbicara dengan diri sendiri atau melihat pola pikir saya. Apakah pikiran saya hanya memunculkan hal buruk tentang saya atau sebaliknya. Jika pikiran mulai mengarah ke hal yang mayoritas negatif atau pesimis, saya mulai berdzikir.

Saya pernah membaca berdzikir itu membuat konsentrasi kembali ke saat ini alias khusyuk. Ternyata belakangan saya menemukan fakta bahwa berdzikir bisa mengalihkan pikiran hingga emosi dari negatif menjadi positif. Biar nggak bosen, saya beralih dari berzikir ke bersyukur. Saya menyebut segala kebaikan dari Alloh swt hari itu. Mulai dari nikmat sehat, bisa makan makanan halal, meminum air tanpa kendala hingga bisa bekerja dengan maksimal.

Buat saya, bersyukur seperti itu malah membuat saya ngobrol dengan Alloh swt. Pikiran pun tak lagi kosong. Sekarang aktivitas tersebut perlahan membuat waktu di depan layar ponsel pintar mulai berkurang. Sebelumnya, saya mulai kecanduan ponsel pintar yang membuat saya gampang cemas. Ternyata latihan sederhana tersebut memberi dampak positif yang signifikan.

Jadi, jika teman mulai merasa tidak nyaman tanpa ponsel pintar, coba matikan lalu alihkan ke ngobrol sama Alloh swt dengan mendaftar nikmat dari-Nya hingga saat ini. Percaya deh. Waktu menunggu macet atau di kendaraan umum satu jam tidak akan terasa karena siapa sih yang bisa menghitung kebaikan dari Alloh swt secara tuntas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s