Bergelar Ulul Azmi Sekalipun, Nabi Musa AS Tetaplah Manusia Biasa

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Nabi Musa as merupakan salah satu nabi dengan sematan gelar Ulul Azmi berkat ketabahannya yang luar biasa. Pun demikian ia tetaplah manusia biasa yang mempunyai rasa takut dan cemas saat menerima perintah dari Alloh swt. Nouman Ali Khan menggarisbawahi fase penting ini saat Nabi Musa as menerima perintah dari Alloh swt untuk berbicara dengan Fir’aun guna memperingatkan perilakunya yang sudah melampaui batas.

Dokumentasi tahap ini Alloh swt sebutkan dalam surat asy-Syu’ara’ (Para Penyair), surat ke-26 dalam Alqur’an ayat ke-10 hingga ke-14. Nabi Musa as tidak mengira, Alloh swt memintanya kembali ke Mesir untuk berkonfrontasi langsung dengan Fir’aun setelah beberapa tahun meninggalkan negaranya tersebut agar tidak dibunuh oleh pejabat Mesir paska pembunuhan yang tidak sengaja ia lakukan.

Ketika menerima perintah langsung tersebut, Nabi Musa as sadar betul kemampuannya. Belum lagi, beliau masih teringat dengan kesalahan di masa lalu. Sehingga terjadilah dialog antara Alloh swt dan Nabi Musa as sebagai berikut:

وَاِذْ نَادٰى رَبُّكَ مُوْسٰٓى اَنِ ائْتِ الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ ۙ

10. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya), “Datangilah kaum yang zalim itu,

قَوْمَ فِرْعَوْنَ ۗ اَلَا يَتَّقُوْنَ

11. (yaitu) kaum Fir‘aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?”

قَالَ رَبِّ اِنِّيْٓ اَخَافُ اَنْ يُّكَذِّبُوْنِ ۗ

12. Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh, aku takut mereka akan mendustakan aku,

وَيَضِيْقُ صَدْرِيْ وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِيْ فَاَرْسِلْ اِلٰى هٰرُوْنَ

13. sehingga dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar, maka utuslah Harun (bersamaku).

وَلَهُمْ عَلَيَّ ذَنْۢبٌ فَاَخَافُ اَنْ يَّقْتُلُوْنِ ۚ

14. Sebab aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.”

Nabi Musa as tidak langsung mengiyakan perintah dari Alloh swt. Ada lima alasan yang beliau kemukakan; takut dibilang pembohong, dadanya terasa sempit, lidahnya yang tidak lancar berbicara dikarenakan kekurangan bicaranya. Maka Nabi Musa as merekomendasikan saudaranya, Harun as, yang ia nilai lebih cakap dalam berbicara. Nabi Musa as tidak menampik takut akan dibunuh. Terlebih dari semuanya, Nabi Musa as takut akan dihinakan di hadapan rakyat Mesir akibat dosanya di masa lalu.

Nouman Ali Khan sengaja mengambil bagian ini untuk menyindir orang yang menurutnya “lebih Islami dari Islam yang sesungguhnya”. Dengan berbekal “Allohu akbar” lalu memotivasi orang untuk rela mati, sebagai contoh. Padahal Alloh swt melalui Islam sangat memaklumi rasa cemas dan takut. Tidak perlu malu pula mengakui seorang muslim butuh bantuan orang lain, terutama dari keluarga sendiri.

Nouman juga menyebut terkadang ketakutan terbesar dalam diri manusia adalah memperoleh penghinaan, seperti yang dialami oleh Nabi Musa as di atas. Beliau takut Fir’aun akan mengungkit pembunuhan yang dia lakukan di masa lalu dan menjadikannya senjata untuk menyerang balik sebelum ia melaksanakan misi mulianya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s