Membuka Pintu Menikmati Manisnya Alquran Bersama Ustad Nouman Ali Khan

Saya sudah membaca kalimat Bismillahirohmanirrohim entah berapa kali dalam sehari. Saya yakin teman-teman juga demikian. Kita pasti membaca itu setiap kali melakukan hal baik. Saking terbiasanya, saya jadi mengabaikan artinya. Lebih tepatnya sih masa bodoh karena sudah sangat biasa.

Siapa sangka salah satu video dakwah yang paling sering saya putar ulang adalah saat ustaz Nouman Ali Khan membahas tentang Bismillahirohmanirrohim. Saat saya sedih, kurang bersyukur dan membutuhkan dakwah positif sekadar mengingatkan sayangnya Alloh swt sama saya, jari saya mencari dakwah beliau tentang topik tersebut.

Ustad Nouman sering menyinggung arti dari ism, arrohman dan arrohim yang selalu membuat saya kagum. Saya yakin beliau sudah sering membahas soal tersebut tetapi setiap kali membawakannya lagi, rasa takjub beliau akan makna ketiga kata tersebut tak pernah luntur. Ada energi yang seolah tak pernah habis menyengat beliau yang lalu menular ke saya yang hanya menyaksikan melalui internet.

Saya berpikir mungkin begitulah jika seorang hamba sudah mencintai Alloh swt sedemikian besar jadi tidak akan pernah merasa lelah menceritakan Dzat yang paling ia sayangi. Sudah puluhan tahun saya hidup belajar mencintai manusia, baru kali ini saya tergerak ingin benar-benar belajar mencintai Alloh swt. Salah satu caranya adalah dengan mempelajari Alqur’an secara serius.

Saya pernah mencoba mendaftar les bahasa Arab tahun lalu tetapi hanya datang satu kali. Saya merasa sudah stres karena harus menghafal banyak sekali kosakata dan tata bahasa. Akhirnya saya berhenti karena saya sebenarnya membutuhkan belajar bahasa Arab bukan untuk percakapan.

Saya sudah memimpikan ingin belajar bahasa Arab bersama pak Nouman dari lama. Setidaknya saya ingin memperoleh sengatan semangat beliau. Saya ingin merasakan sendiri nikmatnya belajar bahasa Arab yang memang sulit melalui cara yang mudah. Saya meyakini hal tersebut mengingat pak Nouman selalu bisa menyederhanakan topik sulit melalui cara yang sederhana dan mengena. Sering beliau mengambil contoh peristiwa sehari-hari sebagai bahan dakwah.

Oleh sebab itu, saya senang sekali saat NAK Indonesia mengadakan Dream Worldwide. Dream Worldwide adalah program belajar bahasa Arab klasik (tingkat dasar) untuk memahami Alquran. Jadi berbeda dengan belajar bahasa Arab untuk percakapan sehari-hari. Jadwal program dibuat untuk mengakomodasi profesional yang bekerja, pelajar atau mahasiswa dan anak-anak di atas usia 9 tahun.

Ustad akan mengajar langsung selama 8 hari untuk dasar Nahw. Bagi peserta yang datang lebih awal, bisa berinteraksi langsung dengan ustaz seputar materi Dream Worldwide dan lainnya.

Dream Worldwide Jakarta akan diselenggarakan antara 20 dan 28 November 2018. Kursus ini akan berlangsung dari Senin hingga Jumat mulai pukul 7 malam hingga 10 malam. Libur pada hari Sabtu lalu berlanjut pada hari Minggu mulai jam 10 pagi hingga 3 sore.

Kursus ini akan dipandu langsung oleh ustaz Nouman Ali Khan plus ada sesi tanya jawab bagi yang datang lebih awal. Saya sendiri menanti sesi ini supaya bisa sekadar “mencuri dengar” pertanyaan peserta yang lain dan ikut belajar. Saya senang acara akan dilakukan di Nusa Dua Theatre, Balai Kartini, sebab aksesnya yang gampang dari seluruh penjuru Jakarta.

Saya pernah mengikuti Story Night bulan Maret 2019 di tempat yang sama. Di situ saya merasa nyaman sebab tempat yang luas dan disediakan ruang sholat berjamaah. Bentuknya yang teater membuat saya tetap bisa melihat pak Nouman dengan jelas meski berada di bagian atas.

Saya sempat kecewa sebab saat awal dibuka, Dream Worldwide Jakarta sudah ludes. Alhamdulillah, saya ada rezeki saat Dream Worldwide Jakarta dibuka kembali. Langsung saya membeli tiket tersebut karena takut kehabisan lagi. Bagi teman yang ingin membeli, tiket masih tersedia di http://bayyinah.id/ Bisa menghubungi 0812-9062-1429 untuk keterangan lebih lanjut.

Sampai bertemu di Balai Kartini teman-teman!

Advertisements

Exploring Tangerang Old Market

Last Sunday, 9 September 2019, I and my friend, Ovi, joined a walking tour hosted by mas Huans from Klub Tukang Jalan. Both of us and the other five participants were curious about what was interesting about Tangerang Old Market or Pasar Lama Tangerang. I have been knowing this area as the residence of Cina Benteng people.

I and Ovi departed from Palmerah train station of Central Jakarta. After that, we had to reach Tanah Abang train station before we came to Duri train station. From Duri, we took Jakarta-Tangerang commuter line route. There are 10 train stations that span from Duri to Tangerang.

Once arriving at the Tangerang train station, we saw that the train was connected to an array of kiosks and stores with numerous traders who were selling various items, from street foods to electronics.

Tangerang Old Market

Source: Kompasiana.com

Our first destination is the market itself. We had to walk some meters from the Tangerang train station. The market retains a traditional trademark. You can grab that sense from seeing small traders offering products inside the market. You can bargain the price of the items. From flowers to snacks, the market has it all.

Amidst the crowded sellers and modern stores, there remain some ancient shops that are owned by the Chinese. You can recognize them through symbols of fortune that hang above the entrance door.

Every afternoon, especially during Saturdays and Sundays, the market turns into culinary heaven. Plenty of cafes and food stalls pack the market to satisfy all foodies from the city. The market holds an important key to the city’s development. This is the business district that once gathered the citizens seeking livelihood for the first time.

The market was once surrounded by a fortress (benteng). This is where the name Cina Benteng derived from. Now, the fortress is gone for good. The market is among the first constructions that later lead to the city’s progress.

Benteng Heritage Museum

The market has a wonderful museum inside of it. Uday Halim took over a historical house in 2009 in the market then restored the high value. The house was set up in the 17th century. Uday Halim took two years to study, restore and fulfill the house with antique and priceless collections regarding Indonesia-Chinese culture.

I was so stunned once arriving at the museum. I couldn’t stop admiring the Chinese traditional house that brought me back to the old Chinese movies I watched when I was a small kid.  The museum guide, Mr. Martin, told us that the museum’s floor material was original. The black wood of the museum was from the 17th century.

The museum contains such an immense gem from the past. One of the masterpieces is the old coins from Banten kingdom in the 17th century. Truly, the museum is among the best I have ever seen so far. I salute to Uday Halim who preserves the culture and history of the Indonesia-Chinese people by establishing the museum.

Those of you who intend coming here, here is basic information:

Address: Jalan Cilame, Nomor 18-20, Pasar Lama Tangerang, 15111

Phone number: (021) 55791139 or info@bentengheritage.com

Opening hours: Tuesday to Sunday from 10 am to 5 pm. The museum is closed on Mondays. The museum is open during national holidays from 10 am until 5 pm.

Website: https://bentengheritage.com/

Ticket price: IDR30,000 (about US$2)

No pictures are taken during the visit because once there was a visitor unintentionally broke one of the collections while taking pictures.

Boen Tek Bio Temple

After about one hour at the museum, we headed to Boen Tek Bio temple. The temple is still inside the market. The address is Jalan Bhakti Number 14. The temple was firstly set up around 1750. When we visited the temple, plenty of worshipers were flocking it.

As you can see from the picture, the temple seemed bright and colorful with the worshipers and the iconic Chinese architecture. Red, yellow and plenty of animal symbols always wrap any Chinese temples. The temple has been regarding an influential one in Tangerang until today.

Kali Pasir Mosque

Source: m.medcom.id

Standing across Cisadane river, Kali Pasir mosque was firstly constructed in the 16th century. The mosque is the oldest one in the Tangerang City. It is the remain of Pajajaran Kingdom. The mosque symbolizes religious tolerance between Moslems and Chinese people who live around the market. The market, by the way, is only a few meters from the temple. During the visit, mas Huans pointed to the mosque tower that resembles pagoda. In front of the temple, there is a cemetery.

Cisadane River

Source: tirtanindya.weebly.com

I loved it when we were crossing the Cisadane river that day. The clock was almost 12 at noon but the weather, thankfully, was a bit cloudy. So, we were feeling the breeze at the river. Some durian sellers were opening businesses at that time. The river is completed with tall trees.

Mas Huans later brought us to a spot within the river that once existed Tangga Jamban inscription. The inscription contains 81 Chinese names who firstly constructed the city. the inscription is now at the museum.

You can find the exact position of the inscription alongside the river. The local administration made a signage to help visitors easier finding it. You can step down on the “deck” and even take a boat for sailing along the river.

I personally love the river as it looks clean and organized. The local administration builds Flying Deck to collect millennials spending time alongside the river. I hope I can visit the riverside again given plenty of cool cafes, too.

I and Ovi ended the day with satisfied. Walking tour to hidden historical and cultural spots in our own city and the surrounding has always left us contented. We must do this walking tour again and again.

Additional Source: https://www.kompasiana.com/djuliantosusantio/5c6bb94cc112fe259a519a78/dulu-di-tepi-kali-cisadane-ada-tangga-jamban-untuk-buang-hajat?page=all

http://abouttng.com/mengenal-3-tempat-bersejarah-di-kawasan-pasar-lama-tangerang/

Lima Tahap Tambah Kosakata dalam Bahasa Inggris

Tidak dipungkiri kita akan susah lancar berbicara dalam bahasa Inggris apabila kosakata yang kita ketahui sedikit. Saya pernah memperoleh keluhan teman yang mengaku sulit menambah kosakata dalam bahasa ini. Seperti yang saya pernah bilang sebelumnya bahwa tidak ada rumus pintas menguasai bahasa ini. Kita semua membutuhkan upaya yang konsisten agar niat belajar tetap menyala.

Berikut saran dari saya:

  1. Menentukan Topik yang Hendak Dipelajari Dulu

Fokuskan seminggu atau beberapa hari untuk menentukan segmen yang hendak dipelajari. Mengapa demikian? Bagi pemula, menyempitkan tema akan membuat otak lebih mudah menyerap kata-kata baru. Hal ini dibandingkan dengan membuat daftar kosakata yang hendak dihafalkan dari beragam bidang.

Saya selalu menyarankan agar teman-teman memulai dari topik yang paling disukai. Sebagai contoh, teman-teman yang doyan makan coba sesekali masuk ke dapur. Lalu buat daftar kata atau istilah yang memuat benda yang ada di dapur. Dari situ, tinggal dicari terjemahannya dalam bahasa Inggris. Buat daftar seperti ini:

Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia
Pisau knife
Kunyit Turmeric
Lengkuas Galangal
Merica Pepper
Pemanggang Grill
Jahe Ginger

 

Itu hanya satu aspek saja. Kalian tinggal memilih bagian yang paling kalian sukai.

  1. Menuliskannya dalam Kertas atau Notes di HP

Dulu waktu saya di kelas saat universitas, dosen menyarakan kami membuat kartu-kartu kecil yang berisikan kata baru yang akan dihafalkan. Kalian bisa menuliskan kata-kata baru dalam tabel di atas dalam potongan kertas. Atau jika dirasa kurang ramah lingkungan, kalian bisa mengganti kosakata baru tersebut dalam fitur notes dalam ponsel pintar masing-masing.

  1. Melengkapinya dengan Gambar

Ada yang lebih mudah menghafal dengan gambar. Jadi teman-teman bisa mencari gambar sesuai kosakata baru yang dimaksud lalu mencetaknya. Dapat pula menyimpan gambar berikut kata dalam bahasa Inggris ke dalam folder dalam ponsel pintar kalian. Tinggal sering-sering dibuka agar terus mengingatnya.

  1. Membuat Target Jumlah Hafalan

Tetapkan target yang realistis. Katakanlah, teman-teman ingin bisa menghafal lima atau 10 kosakata baru dalam seminggu. Lakukan di sela kesibukan kalian bekerja atau belajar. Manfaatkan waktu luang untuk mengulang kosakata baru tersebut agar membuat waktu produktif.

  1. Konsisten

Sebenarnya ini bagian yang paling berat. Konsisten, singkat pengucapannya tetapi berat pelaksanaannya. Kalian bisa menentukan jam tertentu untuk menghafal kosakata baru. Atau kalian bisa bebas memilih jam untuk menghafal asalkan fokus pada jumlah kosakata yang mesti diingat. Jika kalian lupa, bangkit lagi ya untuk menghafal. Terus semangat demi menjadi kamus berjalan, hehe..

A Slice of Jakarta: Palmerah

Have you visited Jakarta? For those of you who once visit the Indonesian capital, there are places within the city that are often mentioned in Jakarta tour guide books. Sudirman, Thamrin, and Kuningan are three most famous sections of the city for you. They become busiest and elite parts of the capital. Most embassies, international offices and government buildings open their businesses and services in the areas.

We would like you to step outside the three places then move a bit to the outskirt of Central Jakarta. The name of the area is called Palmerah. This is the part of the capital where I have been living for about 11 years. Palmerah occupies strategic location. I call this area lies on the edge of the municipality because from where I precisely live, Palmerah Selatan (South Palmerah), is just within hundreds of meters from South Jakarta (Kebayoran Lama). My exact point is closer to Rawa Belong (West Jakarta).

On the other hand, Palmerah is very far from Kemayoran although the two areas fall under the same municipality, Central Jakarta. So, I prefer going to Kebayoran Lama (whenever I have to) than Kemayoran.

By location, Palmerah is so close to the House of Representatives building. Sometimes I walk to the building on foot. Palmerah has Palmerah train station that connects commuters traveling from Tanah Abang to Tangerang Selatan and Banten, two neighboring areas outside Jakarta. Palmerah is also close to Slipi district. This district occupies a strategic spot that is passed by toll roads leading you to Soekarno-Hatta international airport.

Given the easy access, you probably wonder about what makes Palmerah is worthy of a visit, right? Besides the fact that I love living here, here are some cool things about Palmerah:

Palmerah Traditional Market

Source: YouTube.com

A traditional market sits in the center of Palmerah that consists of Palmerah Utara, Palmerah Barat, and Palmerah Selatan. The market is close to the Palmerah train station. You can reach the market on foot. The market is almost alive within 24 hours every day. The hectic hours happen in the morning. When I was still working at The Jakarta Post newspaper, I saw the market was even livelier at midnight. Sometimes, at 11 or 12 p.m, I smelt fresh vegetables and fruits at the market. Dozens of traders dropped their stocks that would be bought by traders, here.

No wonder that in the morning, the market is so packed that you won’t find it easy to go through unless by walking. From fresh fishes to vegetables, you will see they crowd the market. As hours go on, the market doesn’t that much hectic. There are kiosks that you can get affordable items, from clothes to makeups.

Traders in the market are polite and friendly. You can ask for various information on the products you want to purchase. You can bargain, too. You can get plenty of items at cheap prices. The market gets surrounded by fruit sellers. They sell many fruits, such as oranges, apples, and bananas. If you’re bored with modern markets, try coming to the market.

You can take a commuter line then stop at the Palmerah train station. Or you can take a public minivan or angkot then stop at the Palmerah market. Shop here any time of the day then feel true vibes of Indonesia’s culture in business, here.

Hian Thian Siang Tee Temple

Source: yournews2013.wordpress.com

About 200 years old, Hian Thiang Siang Lee is a historical temple that lies just behind the market. Whenever I pass by the market, I get attracted by the temple that always looks viable and vibrant in red.

Behind the temple, there spans huge and tall Menara Kompas building. Viewing the two standing in harmony impresses me. We don’t have to tear down old buildings for the sake of modern architecture, that’s how they tell me.

Anyway, the temple still functions well until today by Chinese citizens who live in Jakarta. I don’t pass over the temple very often. I once saw the temple was packed by the followers during Chinese New Year if I’m not mistaken. Other than the festivity, the temple looks quieter but there are caretakers of the temple as in other temples.

Jakarta is indeed inseparable from Chinese influences. Their presence in the city has been helping the city enjoying an economic boom. Since Chinese people are skilled traders by nature, it’s easy to spot their presence in business areas across the capital, be they in traditional or modern markets.

I myself always love admiring a temple, including this one. Although I am a Muslim, I love temple for the architecture, philosophy, and value behind each and every symbol of the temple. The Chinese love red because the color symbolizes luck. I once read red identifies with courage and boldness.

The temple is well-maintained and is easy to reach. Do come whenever you wish to explore more on Jakarta’s diversity ambiance in religion and culture.

Bentara Budaya Cultural Foundation

An art event is taking place in Bentara Budaya. Source: kratonpedia.com

Just a few meters from the temple, you will see a large, Javanese housing complex. That’s called Bentara Budaya. The complex consists of some Javanese houses, each of which may function as an exhibition or gallery for certain events.

Bentara Budaya is part of Kompas Gramedia big company. Kompas Gramedia is one of the leading media companies in Indonesia. It has a newspaper, online media, television media, hotel, and bookstore chain. Bentara Budaya is one of the firm’s segments that oversee the country’s cultural and social events.

In my opinion, Bentara Budaya is an extraordinary blessing for the country. I’m thankful that the company runs the foundation today. As a developing country, Indonesians, particularly Jakartans, focus more on making money. Culture, mental health, environment, to name just a few, tend to be neglected.

The presence of Bentara Budaya brings refreshment for those who seek beyond money-making process. As such, Bentara Budaya often carries out a monthly theme that sometimes discusses art, painting, film, cultural heritage and others. The venue sometimes hosts exhibitions, art events, community events, music shows, and others.

I haven’t gone inside the building, anyway. But I once watched one of the musical shows that were performing in front of the main Javanese house. That strategy lured passers-by to just drop by, enjoy the music without registering themselves or paying any cents. Thanks Bentara Budaya!

Gramedia Bookstore

The front part of the bookstore. Just go inside the building. Source: karyaguru.com

Basically, the interesting parts of Palmerah are within few meters walk around. Gramedia bookstore has been one of the important literary parts in Indonesia’s publishing industry. The growing of the online bookstore doesn’t kill this offline bookstore chain, alhamdulillah (Thanks to Alloh swt).

This Gramedia bookstore is included in the Gramedia big building that lies close to the market. So, once in the market, simply walk straight a few meters. You will later see the office building that contains the bookstore on the ground floor.

The bookstore sells Indonesian novels, comics, stationery items, magazines and many more. If you still find it confused, you can ask for security officers of the building on things you would like to know about the store. I’m sure they will be glad to answer your questions.

So, those are my recommendations about places to visit when in Palmerah. Thanks for dropping by to my blog. Pardon me when you find inaccurate information or hurtful words in this article.

Tiga Contoh Deskripsi dalam Bahasa Inggris

Menulis deskripsi merupakan salah satu langkah yang nggak bakal ada habisnya belajar menulis dalam bahasa Inggris. Hal ini disebabkan ada banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dibuat menjadi sebuah deskripsi. Disimak yuk beberapa contoh deskripsi yang bisa kalian terapkan sebagai latihan awal menulis dalam bahasa Inggris:

  1. Deskripsi Tempat

Ada berbagai tempat yang bisa kalian ambil sebagai contoh. Yang paling gampang adalah menuliskan rumah, kost, kontrakan, apartemen atau tempat yang kalian sering kunjungi. Di sini saya akan mencoba membahas tentang kamar kost saya ya:

I have been living in my rented room for about 11 years. Alhamdulillah (Thanks to Alloh swt) that I have been occupying the room that feels very comfortable and homey. The room is about 2.5 x 3 meters. Actually, the room looks weird in terms of shape. I can’t find proper words to describe the actual room format. The thing is the room makes me feeling at home. The room has two large windows and one door, all of them are made from strong wood. Once opening the room’s door, you will see a flat-screen television on top of small open shelf. There is a bed next to the open shelf. The bedstead faces the large wardrobe. One of the room’s corner takes up the simple bookshelf. Most of the room contains books because I love reading. I store almost everything in the room, from clothes, foods, drinks and souvenirs from good friends of mine. I find it amazing to see that while writing this sample, I feel so blessed to have been able paying monthly rent fee for the room that has been part of my life in the past 11 years in good and bad times.

  1. Deskripsi Orang

Yang kedua adalah belajar mendeskripsikan orang. Ambil contoh orang yang paling kalian kenal dengan baik. Di sini saya akan mengambil contoh adik saya, Dwi Anggraini.

I am the first of two children in the family. I only have one sister whose name is Dwi Anggraini. She is now 30 years old or five years younger than I am. My sister works as a nurse in Semarang. She is now married to a very good person. Uwik, that’s how I call her, is such a funny and easy-going person. She is also smart and simple. My sister is much taller than I am. She has soft and yellow skin type. She has small eyes, a bit curly hair and strong body. Her physical appearance really differs from mine. Uwik likes traveling. She is such an adventurer. She likes going to mountain and beach, the same with her husband’s. We are such a contrary because I prefer going to museums and historical places. I think that what makes us closer to each other as we grow older.

  1. Deskripsi Makanan atau Minuman Favorit

Pasti dong kalian mempunyai makanan atau minuman favorit. Saya juga mempunyai makanan favorit tetapi makanan kesukaan saya adalah makanan rumahan alias bikinan ibu saya, hehe. Darah Jawa tulen yang mengalir dalam diri saya sepertinya membuat saya tak mau berpindah ke makanan Barat atau yang sedang populer saat ini.

Hampir semua makanan dan kudapan warisan kuliner nenek moyang begitu lekat di hati saya. Salah satu yang paling saya kangeni tiap kali mudik adalah sayur gori. Bagi kalian yang masih awam, sayur gori itu mirip dengan gudeg. Sama-sama terbuat dari buah Nangka, sayur gori ini mempunyai kuah yang segar sedangkan gudeg kan nggak ada kuahnya. Ini contoh deskripsi dalam bahasa Inggris:

Every time I return home in Karanganyar, I always long for eating Javanese vegetable dish made by my mother. I actually have plenty of favorite Javanese vegetable dishes, one of them is gori. This vegetable never fails to stimulate my appetite because the vegetable tastes savory. The vegetable is made from jackfruit. It is mixed with coconut milk and traditional recipe. The recipe isn’t that special because it applies to other vegetable menus. The recipe consists of garlic, onion, coriander, salt, sugar and others. My mother is so skilled at making the vegetable. She usually completes the vegetable with salted fish, tempeh and sambal or local cuisine on the chili sauce. Serve them with hot rice and I have the best food ever! No kidding!

Nah, itulah tiga contoh deskripsi yang bisa kalian lakukan sendiri. Tentu saja kalian bisa mencari tema lainnya. Selamat berkreasi ya. Terima kasih telah membaca blog ini dan mohon maaf jika ada kesalahan.

Empat Langkah Awal Menulis dalam Bahasa Inggris bagi Pemula

Setelah beberapa unggahan di awal, teman-teman mungkin bertanya bagaimana cara awal belajar menulis dalam bahasa Inggris. Untuk menjawab pertanyaan kalian, berikut akan saya berikan langkahnya:

  1. Menulis dalam bahasa Indonesia terlebih dahulu

Cobalah untuk terlebih dahulu menulis apa yang hendak kalian sampaikan dalam bahasa Indonesia. Sebagai contoh: Nama saya Eny Wulandari. Saya berumur 35 tahun. Saya tinggal di Palmerah. Sehari-hari saya bekerja sebagai penulis lepas sebuah situs desain interior. Terkadang saya juga bekerja sebagai guru pribadi bahasa Inggris untuk kelas Speaking Skill. Saya suka membaca dan menulis. Terkadang saya jalan-jalan ke museum dan tempat bersejarah serta aktif di komunitas sosial.

  1. Menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris

Setelah rampung, mulailah pelan-pelan menerjemahkan paragraf sederhana tersebut ke dalam bahasa Inggris. Pada awalnya, teman-teman akan menemukan banyak kosakata yang tidak kalian ketahui dalam bahasa Inggris. Saran saya tetaplah menerjemahkannya. Tulis terlebih dahulu kalimat dan kata dalam bahasa Inggris yang kalian ketahui. Lalu sisakan yang tidak kalian ketahui dalam titik-titik kosong.

Sebagai contoh: My name is Eny Wulandari. I am 35 years old. I live in Palmerah. Every day, I work as … writer for an interior design website. Sometimes, I work as a private teacher for English Language Speaking Skill. I love reading and writing. Occasionally, I .. to museum and .. places and get actively involved in social community.

  1. Andalkan Kamus untuk Mengisi Kata yang Tidak Diketahui

Enaknya zaman sekarang yang menyediakan banyak kamus elektronik gratis. Teman-teman bisa tinggal mengetik kata atau kalimat dalam bahasa Indonesia agar nanti dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris. Biasanya akan terdapat beberapa pilihan kata yang dimaksud. Kalian bisa tinggal memilih untuk dimasukkan ke dalam titik-titik, contohnya dalam kalimat di atas:

My name is Eny Wulandari. I am 35 years old. I live in Palmerah. Every day, I work as a freelance writer for an interior design website. Sometimes, I work as a private teacher for English Language Speaking Skill. I love reading and writing. Occasionally, I visit to museum and historical places and get actively involved in social community.

  1. Mengecek Kebenaran Susunan Kalimat

Tidak seperti Speaking Skill, menulis dalam bahasa Inggris membutuhkan penyusunan kalimat yang tepat agar makna tersampaikan secara pas. Hal ini disebabkan pembaca tidak langsung bertatap muka dengan kita sehingga sebagai penulis, kita wajib memastikan mereka menangkap maksud kita tanpa perlu menebak.

Lebih spesifik lagi, dalam bahasa Inggris ada tata bahasa yang patut diperhatikan. Nah, wajib banget bagi kalian untuk mengecek kebenaran susunan kalimat yang sudah dibuat. Kalian bisa bertanya ke guru, teman yang jago bahasa Inggris atau ke rekan yang pernah tinggal di luar negeri. Akan lebih baik apabila kalian mempunyai teman yang penutur asli bahasa Inggris.

Tetapi jika tidak, kalian bisa mengecek melalui situs di internet. Mohon maaf saya belum menemukan situs yang pas. Terkadang saya iseng mengetik di Google saja dan akan muncul tanggapan dalam bentuk kalimat serupa yang ada di banyak situs lain, misalkan. Jika menemukan hal tersebut, berarti susunan kalimat kalian sudah tepat. Jika tidak, biasanya Google akan memberi tanggapan dengan pilihan situs yang sedikit yang memuat kata kunci atau kalimat yang hendak kalian cek tadi.

Jangan lupa untuk terus mengulang tahapan di atas tentunya dengan tema yang berbeda. Selamat mencoba ya. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dan terima kasih telah mampir ke blog ini.

Tiga Cara Receh untuk Cas-Cis-Cus Ngomong Bahasa Inggris

“Bagaimana sih, En, bisa cepat belajar ngomong bahasa Inggris?” Saya sering mendapatkan pertanyaan tersebut dari teman atau kenalan. Jawaban saya pun singkat. Saya bilang tidak ada jalan pintas untuk benar-benar bisa berbicara dalam bahasa Inggris secara menyeluruh.

Saya bilang menyeluruh dalam artian mempunyai dasar yang kuat untuk berbicara dalam bahasa ini untuk beragam topik ke depan. Saya termasuk yang kurang percaya apabila ada lembaga kursus bahasa Inggris yang menawarkan les mahir bercakap dalam bahasa Inggris hanya dalam seminggu, katakanlah.

Sebagai orang yang bukan penutur bahasa Inggris, agak sulit untuk mempraktekkan berbicara dalam bahasa ini sehari-hari, apalagi jika kita tidak mengambil kursus. Saya mempunyai tiga cara ringan agar setidaknya, semangat untuk berbicara dalam bahasa Inggris, tetap menyala walau tidak mempunyai teman untuk mitra bercakap-cakap.

  1. Berbicara Sendiri

Saya terkadang melakukannya, loh. Bahkan saya melakukannya di depan cermin. Mungkin terdengar aneh tetapi saya merasa setiap kali saya berbicara sendiri, saya jadi mempraktekkan apa yang selama ini saya ketahui. Rasanya ringan berbicara sendiri dalam bahasa ini. Seperti plong begitu, hehe.

Resikonya memang terpikirkan bagaimana jika ada yang mendengar saya ngomong sendiri. Untuk mengatasinya, saya hanya berbicara beberapa menit saja. Setelah puas, saya kembali melakukan aktivitas yang lain.

Berbicara di depan cermin memberikan efek yang lebih besar. Ada rasa percaya diri yang bertambah setiap kali melihat diri ini langsung berbicara dalam bahasa Inggris. Selain mendengar bagaimana perkembangan penuturan dan sebagainya, berbicara dalam bahasa ini dapat menolong dalam mengecek pendengaran ucapan kita sendiri.

Sehingga jika ada yang keliru, kita bisa memperbaikinya. Apabila ada kata yang terdengar salah, bisa dicari yang benar. Saat berbicara, kita bisa sekalian belajar dan memperbaiki kata-kata yang dirasa salah atau aneh. Kalau nggak percaya, coba sendiri deh!

  1. Membaca Artikel Sendiri

Terkadang, saya membaca artikel berita dalam bahasa Inggris sendiri untuk mengetahui apakah pengucapan saya salah atau tidak. Terkadang saya bahkan membaca seperti seorang pembaca berita tatkala situs yang baca memang situs berita, seperti BBC.com.

Sekali lagi, mungkin terdengar lucu tetapi lumayan membantu saya untuk sekadar mengingatkan saya masih mempunyai bakat untuk kembali belajar berbicara dalam bahasa Inggris. Melakukan hal ini membuat rasa percaya diri lumayan bertambah juga.

  1. Membayangkan Sedang Membuat Vlog

Sebenarnya saya belum pernah mencoba tetapi tak ada salahnya mempraktekkan hal ini di kemudian hari. Ide ini muncul setelah saya cukup sering menyimak beberapa kanal YouTube influencer favorit, seperti Aida Azlin dan Gita Savitri.

Sepertinya tampak menarik berbicara seperti mereka. Jadi mungkin lain kali bisa dicoba memilih satu topik lalu berlagak layaknya seorang vlogger di depan kamera. Saya sempat terpikir ingin membuat konten vlog soal tips berbicara dalam bahasa Inggris. Hmm, mungkin bisa dipraktekkan lain hari, ya? Hehe..

Demikian dari saya. Semoga bermanfaat. Terima kasih sudah menyempatkan membaca. Mohon maaf atas segala kesalahan ya..